Kesehatan mental sering terdengar seperti topik besar. Berat. Ribet. Seolah butuh terapi mahal atau perubahan hidup drastis.
Sebaliknya dalam keseharian, kesehatan mental justru dipengaruhi oleh hal-hal kecil yang kita lakukan (atau abaikan) setiap hari.
Yang jadi masalah, banyak orang baru peduli saat sudah merasa “capek banget”, mudah marah, atau kehilangan semangat.
Merawat kesehatan mental itu mirip merawat tubuh. Sedikit, tapi rutin.
Nah, berikut ini 6 cara sederhana menjaga kesehatan mental yang benar-benar bisa dipraktikkan, bukan sekadar teori. Tanpa ribet, tidak menggurui, dan realistis!
1. Jangan Meremehkan Istirahat, Walau Cuma Sebentar
Istirahat itu bukan cuma soal tidur malam. Istirahat juga berarti memberi jeda pada pikiran.
Kadang kita merasa tidak punya waktu berhenti. Padahal lima menit tanpa layar gagdet, notifikasi, atau pikiran apa pun, itu sudah sangat membantu.
Cobalah duduk diam sebentar. Tarik napas. Buang napas perlahan.
Tidak perlu teknik khusus. Tidak perlu posisi aneh-aneh.
Banyak orang merasa bersalah saat istirahat. Seakan-akan tidak produktif. Padahal otak yang dipaksa terus bekerja justru makin mudah stres. Ironis, iya nggak?
2. Batasi Konsumsi Informasi yang Tidak Perlu
Setiap hari kita dibombardir berita, opini, drama, dan perbandingan hidup orang lain. Scroll sedikit, tahu-tahu satu jam hilang. Kepala terlanjur penuh, hati pun ikut lelah.
Tidak semua informasi perlu masuk ke kepala kita, kok. Itu bukan tanda tidak peduli, tapi bertujuan menjaga diri sendiri.
Coba sesekali pilih tidak langsung buka media sosial pagi-pagi serta mengurangi membaca berita negatif berulang-ulang. Jangan lupa unfollow akun yang bikin emosi naik terus.
Kesehatan mental juga soal memilih apa yang kita izinkan masuk ke pikiran. Tidak semua harus ditelan mentah-mentah. Ingat, ya!
3. Gerakkan Tubuh, Walau Tidak Olahraga Berat
Banyak orang mengira menjaga kesehatan mental harus lewat meditasi atau curhat panjang. Padahal, gerak tubuh sederhana pun punya efek besar.
Misalnya, jalan kaki sebentar, stretching ringan, atau bahkan membersihkan rumah. Semua itu membantu tubuh melepaskan ketegangan yang menumpuk.
Tidak harus berkeringat deras, apalagi harus ke gym. Yang penting tubuh tidak terus diam.
Kadang pikiran terasa kusut bukan karena masalahnya berat, tapi karena tubuh terlalu lama duduk. Sesederhana itu.
4. Bicara dengan Orang yang Tepat, Bukan Banyak Orang
Curhat itu perlu. Tapi tidak harus ke semua orang.
Lebih baik bicara ke satu orang yang bisa mendengar, daripada ke banyak orang yang malah menghakimi. Tidak perlu solusi instan. Kadang cukup didengarkan saja.
Dan kalau tidak ada siapa-siapa? Menulis juga bisa jadi cara melepas beban.
Tulis saja apa yang ada di kepala. Nggak harus rapi. Tidak mesti dibaca orang lain.
Memendam terus itu melelahkan. Pelan-pelan boleh kok keluarkan. Sedikit saja sudah membantu. Percaya, deh!
5. Turunkan Standar Kesempurnaan Diri
Ini yang paling sulit, tapi justru paling penting.
Banyak tekanan mental datang bukan dari orang lain. Pressure itu justru hadir dari standar yang kita pasang sendiri. Entah harus kuat, produktif, atau wajib selalu bisa.
Padahal manusia itu wajar capek. Bisa saja salah. Terkadang juga butuh waktu melakukan sesuatu.
Tidak semua hari harus maksimal. Ada hari yang cukup “selesai” saja sudah bagus. Dan itu tidak membuat kita gagal.
Belajar berkata, “Hari ini segini dulu,” itu bentuk kepedulian, bukan kelemahan.
6. Lakukan Hal Kecil yang Kamu Nikmati, Tanpa Alasan
Kadang kita lupa melakukan hal yang sebenarnya kita suka, hanya karena merasa tidak penting. Tanpa disadari, justru hal-hal kecil itulah yang mengisi ulang emosi.
Minum kopi tanpa tergesa, mendengarkan musik lawas, menonton ulang film favorit, atau sekadar duduk sambil melamun.
Tidak semua kegiatan harus produktif. Ada yang fungsinya hanya satu: membuat kita merasa manusia lagi.
Dan itu sah-sah saja.
Merawat Mental Itu Proses, Bukan Target
Menjaga kesehatan mental bukan soal langsung bahagia setiap hari. Bukan juga berarti hidup tanpa masalah. Ini semua tentang bagaimana mengenali batas diri dan mau peduli sebelum terlalu lelah.
Tidak perlu sempurna dan instan. Yang penting, ada usaha kecil yang dilakukan terus.
Kalau tertarik membaca lebih banyak artikel kesehatan mental dan topik kesehatan lain dengan bahasa yang ringan, dekat dengan keseharian, dan tidak bikin merasa sendirian, kamu bisa mengunjungi mediforaid.com.
Karena merawat diri itu bukan berarti egois. Itu perlu dilakukan dan kamu pantas mendapatkannya.
